Perspektif Nasionalisme bagi Mahasiswa Indonesia di Luar Negeri

Notulen Dudu Bacarita |

Di buka dengan sesi ice breaking, kenapa kalian semua tertarik dengan acara ini? Dan para mahasiswa menjawab dengan beragam aneka.

Jawaban seperti “acara ini bisa menambah perspektif dan pola pikir kritis para mahasiswa, kemudian juga asyik bisa nambah teman baru serta bertemu mahasiswa indonesia dri universitas-universitas lain walaupun secara virtual.

Kenapa kita mengangkat tema ini? Karena bagaimana cara kita mempertahankan nasionalisme di luar negeri.

Topik pertama: Ada hubunganya gasi antara letak geografis atau tempat tinggal seseorang dengan rasa nasionalismenya?

Kita bisa melihat dari Maudy Ayunda dan Jerome Polin, mereka kuliah di negara yg secara letak geografis nya mempunyai latar belakang budaya yg berbeda dengan Indonesia, namun secara konsisten mereka tetap mengadvokasi dan mempertahankan budaya indonesia serta menjadi juru aktif di berbagai acara, kita bisa melihat Jerome Polin meskipun di Jepang, yang dimana Jepang adalah negara yg serupa dengan Indonesia yakni menunjukan rasa budaya nasionalisme yg sangat kental, yang sudah mencapai dedikasi terhadap budaya nasional jadi letak geografis tidak ada mempengaruhi tingkat letak nasionalisme orang-orang.

Kemudian ada participant yang memberi pendapat bahwa budaya di malaysia dan indonesia sama saja karena berdasarkan pengalaman dia di malaysia tidak ada berbeda sama sekali.

Contoh lagi bang Aariful Marif membeberkan lebih jauh tentang culture shock, dimana budaya America dengan Indonesia sangat berbeda jauh, contoh lagi merindukan kampung halaman juga salah satu faktor, apalagi Indonesia dikenal dengan hospitalitynya keramahanya di banding budaya eropa yang lebih ke individu di banding indonesia yang gotong royongya luar biasa.

Di tambah ada dua peserta berpendapat bahwa letak geografis sangat tidak mempengaruhi rasa nasionalisme karena di manapun apapun negaranya berada kita tetap menjadi warga negara indonesia.

Balik ke indo akankah buat maju negara atau cuman sekedar cari kerja aja?

Ada contoh mahasiswa bernama arif yg telah menyelesaikan studinya di luar negeri dan arif telah membantu konflik dan masalah yg sedang terjadi di luar negeri, apakah penting untuk balik kembali ke Indonesia? Sepertinya apapun itu yg di kerjakan ketika mereka pulang dan apapun profesinya, apa pun yg mereka lakukan mereka sudah membawa fresh point of view karena mereka telah di uji di latih dengan segudang pengalaman dan kapabilitas di negara2 asing agar menjadi berkembang dan tujuanya jelas untuk memajukan SDM negara Indonesia, tetapi perlu di garis bawahi apabila semua itu dapat membawa hal-hal baik ke negara sendiri.

Contoh lagi kita bisa mengambil ilmu di luar negeri tentang ilmu yg tidak bisa dapatkan di dalam negeri, dan karena negara sudah membantu kita baik financially dan yg lain jadi kita sebagai warga negara teladan harus balik dan memberikan yg terbaik dan menyalurkan apa yg telah kita raih di luar negeri kemudian di salurkan ke negara kita.

Bisa ga ya mahasiswa luar negeri ikut kontribusi untuk negara indonesia dari tempat mereka belajar?

Bisa banget dong, tapi mungkin tidak terlalu signifakan melainkan mereka lebih mengahrumkan nama bangsa lewat jalur prestasi baik akademik dan olahraga yg membuat nama bangsa semakin luas dan maju.

Dan di tambah dengan keramahan, gotong royong, sifat wni itu bisa membuat pandangan baik dri pada warga negara asing. Dan dengan para mahasiswa di luar negeri mereka bisa menceritakan kisah pengalaman susah senang mereka ke keluarga, kerabat, dan generasi seterusnya khususnya dan dengan itu semua bisa menaikkan rasa ingin belajar serta mematahkan status quo yg dimana biasanya org indonesia di cap tidak berani go internasional.

Fungsi mahasiswa tuh apa sih sebenernya?

Sebagai mahasiswa kan kita punya tanggung jawab untuk berkontribusi terhadap demokrasi dan keadilan, nah kita bisa ambil contoh dri sosial media, dmn lewat sosmed mahasiswa bisa mendukung keadilan dan demokrasi dengan menyebarkan dan membuat berbagai rentetan acara sehingga mereka bisa berstatement dan speak up di sosial media, jdi kita semua bisa bersatu untuk menyalurkan semua aspirasi mahasiswa.

Kesimpulan:

Mahasiswa Indonesia di luar negeri adalah cerminan, yg dimana kalau mereka membuat hal2 baik dan positif, tentu negara juga terkena dampak baiknya. Tetapi kalau mahasiswa indonesia menyebarkan hal2 buruk maka sebaliknya yg di dapat, reputasi negara indonesia akan tercoreng menjadi buruk.

Jadi kesimpulanya adalah mahasiswa sangat krusial dalam peran perkembangan suatu bangsa, tidak hanya di dalam kelas melainkan di luar kelas carilah sebanyak banyaknya ilmu, aktifitas, dan kegiatan sehingga dapat di salurkan ke negara dan masyarakat banyak.

“Kalau bukan kita siapa lagi?”
“Kalau bukan sekarang kapan lagi?”

Hidup mahasiswa


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *